MENGENDALIKAN HAMA KERITING DAUN PADA DAUN CABE

daun cabe keriting

MENGENDALIKAN HAMA KERITING DAUN PADA DAUN CABE

di posting sebelumnya kita sudah share cara Ber-budidaya Cabe dengan menggunakan teknologi Pupuk Nasa.

sekarang mari kita pelajari beberapa penyebab daun cabe menjadi keriting & cara penanggulanganya :

1.Keriting daun yang disebabkan oleh trips.
Gejala keriting pada daun tanaman cabe sebagian besar disebabkan oleh hama trips. Gejala yang ditimbulkan oleh trips pada daun cabe adalah adanya daun keriting dengan bentukan lekukan menggulung ke atas. [Read more…]

Budidaya KARET NASA

karetnasaKaret (Hevea brasiliensis) merupakan tanaman tahunan dengan pohon batang lurus. Pertama kali, Pohon karet hanya terdapat di Brasil, Amerika Selatan. Setelah Henry Wickham melakukan percobaan berkali-kali, akhirnya pohon karet ini berhasil dikembangkan di wilayah Asia Tenggara. Nah, Di Indonesia, Malaysia dan Singapura, tanaman karet mulai dibudidayakan sekitar tahun 1876. Di Indonesia sendiri, tanaman karet pertama kali ditanam di Kebun Raya Bogor. Indonesia juga pernah menguasai produksi karet dunia. Akan tetapi, posisi Indonesia saat ini didesak oleh dua negara tetangga yaitu Malaysia dan Thailand. PT. Natural Nusantara berupaya meningkatkan Kuantitas dan Kualitas produksi, dengan tetap menjaga Kelestarian lingkungan (Aspek K-3).

I. Syarat Tumbuh Pohon Karet

  • Suhu udara 240C – 280C.
  • Curah hujan 1.500-2.000 mm/tahun.
  • Penyinaran matahari antara 5-7 jam/hari.
  • Kelembaban tinggi
  • Kondisi tanah subur, dapat meneruskan air dan tidak berpadas
  • Tanah ber-pH 5-6 (batas toleransi 3-8).
  • Ketinggian lahan 200 m dpl.

II. Pedoman Teknis Budidaya Karet

2.1. Pembibitan

2.1.1. Persemaian Perkecambahan

  • Benih disemai di bedengan dengan lebar 1-1,2 m, panjang sesuai tempat.
  • Di atas bedengan dihamparkan pasir halus setebal 5-7 cm.
  • Tebarkan Natural Glio yang sudah terlebih dulu dikembangbiakkan dalam pupuk kandang + 1 mg.
  • Bedengan dinaungi jerami/daun-daun setinggi 1 m di sisi timur dan 80 cm di sisi Barat.
  • Benih direndam POC NASA selama 3-6 jam (1 tutup/liter air).
  • Benih disemaikan langsung  disiram larutan  POC NASA 0,5 tutup/liter air.
  • Jarak tanam benih 1-2 cm.
  • Siram benih secara teratur, dan benih yang normal akan berkecambah pada 10-14 hss dan selanjutnya dipindahkan ke tempat persemaian bibit.

2.1.2. Persemaian Bibit

  • Tanah dicangkul sedalam 60-75 cm, lalu dihaluskan dan diratakan.
  • Buat bedengan setinggi 20 cm dan parit antar bedengan sedalam 50 cm.
  • Benih yang berkecambah ditanam dengan jarak 40x40x60 cm untuk okulasi coklat dan 20x20x60 untuk okulasi hijau.
  • Penyiraman dilakukan secara teratur
  • Pemupukan :
    PUPUK MAKRO : (diberikan 3 bulan sekali) GT 1 : 8 gr urea, 4 gr TSP, 2 gr KCl perpohon LCB 1320: 2,5 gr urea, 3 gr TSP, 2 gr KCl perpohon. POC NASA : 2-3 cc/lt air perbibit disiramkan 1-2 minggu sekali

2.1.3. Pembuatan Kebun Entres

  • Cara penanaman dan pemeliharaan seperti menanam bibit okulasi.
  • Bibit yang digunakan dapat berbentuk bibit stump atau bibit polybag.
  • Jarak tanam 1,0 m x 1,0 m.
  • Pemupukan :
    PUPUK MAKRO : (diberikan 3 bulan sekali)
    Tahun I : 10 gr urea, 10 gr TSP, 10 gr KCl /pohon
    Tahun II : 15 gr urea, 15 gr TSP, 15 gr KCl /pohon

POC NASA :
2-3 cc/lt air perbibit disiramkan 1-2 minggu sekali

2.1.4. Okulasi

Ada 2 macam okulasi: Okulasi coklat dan okulasi hijau.

Keterangan Okulasi Coklat Okulasi Hijau
Umur batang bawah 9-18 bulan 3-8 bln
Diameter batang 10 cm dari tanah + 2 cm 1 – 1,5 cm
Kayu okulasi Dari kebun entres, warna hijau tua dan coklat, diameter 1,5 – 3 cm Dari kebun entres umur 1-3 bln, warna masih hijau atau telah terbentuk 1-2 payung
  • Teknik Okulasi : (keduanya sama)
  • Buat jendela okulasi panjang 5-7 cm, lebar 1-2 cm.
  • Persiapkan mata okulasi
  • Pisahkan kayu dari kulit (perisai)
  • Masukkan perisai ke dalam jendela
  • Membalut, gunakan pita plastik/rafia tebal 0,04 mm
  • Setelah 3 minggu, balut dibuka, jika pesriasi digores sedikit masih hijau segar, maka okulasi berhasil. Diulangi 1-2 minggu kemudian.
  • Bila bibit akan dipindahkan potonglah miring batang bawah + 10 cm di atas okulasi.
  • Bibit okulasi yang dipindahkan dapat berbentuk stum mata tidur, stum tinggi, stum mini, dan bibit polybag.

2.2. Pengolahan Media Tanam

  1. Tanah dibongkar dengan cangkul / traktor, dan bersihkan dari sisa akar.
  2. Pembuatan teras untuk tanah dengan kemiringan > 10 derajat. Lebar teras minimal 1,5 dengan jarak antar teras tergantung dari jarak tanam.
  3. Pembuatan rorak (kotak kayu panjang) pada tanah landai. Rorak berguna untuk menampung tanah yang tererosi. Jika sudah penuh isi rorak dituangkan ke areal di sebelah atas rorak.
  4. Pembuatan saluran penguras dan saluran pinggiran jalan yang sesuai dengan kemiringan lahan dan diperkeras.

2.3. Teknik Penanaman

2.3.1. Penentuan Pola Tanaman

  • 0-3 th tumpangsari dengan padi gogo, jagung, kedele
  • > 3 th tumpangsari dengan jahe atau kapulogo

2.3.2. Pembuatan Lubang Tanam

  • Jarak tanam 7 x 3 m (476 bibit/ha)
  • Lubang tanam :
    – okulasi stump mini 60 x 60 x 60 cm
    – okulasi stump tinggi 80 x 80 x 80 cm

2.3.3. Cara Penanaman

  • Masukkan bibit dan plastiknya dalam lubang tanah dan biarkan 2-3 minggu.
  • Buka kantong plastik, tebarkan Natural GLIO yang telah dikembangbiakkan dalam pupuk kandang + 1 minggu dan segera timbun dengan tanah galian
  • Siramkan POC NASA yang telah dicampur air secara merata (1 tutup/lt air perpohon). Hasil akan lebih bagus jika menggunakan SUPER NASA. Caranya : 1 botol SUPER NASA diencerkan dalam 2 liter (2000 ml) air dijadikan larutan induk. Kemudian setiap 1 liter air diberi 10 ml larutan induk tadi untuk penyiraman setiap pohon.karet pupuk nasa

2.4. Pemeliharaan Tanaman

a. Penyulaman : Dilakukan saat tanaman berumur 1-2 tahun.
b. Pemupukan

UMUR (bulan) Dosis pupuk Makro (per ha)
Urea (kg) Rock Phospat (kg) MOP/KCl (kg) Kieserite (MgSO4) (kg)
0 0 150 0 0
3 60 115 40 40
8 60 115 40 40
12 75 135 50 40
18 75 135 50 40
24 115 300 115 75
36 210 300 115 75
48 235 300 115 75
dst sebaiknya dilakukan analisa tanah
Dosis POC NASA mulai awal tanam :
0 – 36 2-3 tutup/ diencerkan secukupnya dan siramkan sekitar pangkal batang setiap 4 – 5 bulan sekali
> 36 3-4 tutup/ diencerkan secukupnya dan siramkan sekitar pangkal batang setiap 3 – 4 bulan sekali
Dosis POC NASA pada tanaman yang sudah produksi tetapi tidak dari awal memakai POC NASA :
  1. Tahap 1 : Aplikasikan 3 – 4 kali berturut-turut dengan interval 1-2 bln. Dosis 3-4 tutup/ pohon
  2. Tahap 2 : Aplikasikan setiap 3-4 bulan sekali. Dosis 3-4 tutup/ pohon

Catatan: Akan Lebih baik pemberian diselingi/ditambah SUPER NASA 1-2 kali/tahun dengan dosis 1 botol untuk + 300 tanaman. Cara lihat Teknik Penanaman (Point 3.3.3.)

2.5. Hama dan Penyakit

2.5.1. Hama

  1. Kutu tanaman (Planococcus citri)
    Gejala: merusak tanaman dengan mengisap cairan dari pucuk batang dan daun muda. Bagian tanaman yang diisap menjadi kuning dan kering. Pengendalian: Menggunakan BVR atau Pestona.
  2. Tungau (Hemitarsonemus , Paratetranychus)
    Gejala; mengisap cairan daun muda, daun tua, pucuk, sehingga tidak normal dan kerdil, daun berguguran. Pengendalian: Menggunakan BVR atau Pestona.

2.5.2. Penyakit

Penyakit yang menyerang bagian akar, batang, daun dan bidang sadap, sebagian besar disebabkan oleh jamur. Penyakit tersebut antara lain :

  1. Penyakit pada akar : Akar putih (Jamur Rigidoporus lignosus), Akar merah (Jamur Ganoderma pseudoferrum), Jamur upas (Jamur Corticium salmonicolor),
  2. Penyakit pada batang :Kanker bercak (Jamur Phytophthora palmivora), Busuk pangkal batang (Jamur Botrydiplodia theobromae),
  3. Penyakit pada bidang sadap : Kanker garis (Jamur Phytophthora palmivora), Mouldy rot (Jamur Ceratocystis fimbriata)
  4. Penyakit pada Daun : Embun tepung (jamur Oidium heveae), Penyakit colletorichum (Jamur Coletotrichum gloeosporoides), Penyakit Phytophthora (Jamur Phytophthora botriosa)

Pengendalian dan Pencegahan Penyakit karena jamur:

  • Menanam bibit sehat dan dari klon resisten
  • Pemupukan lengkap dan seimbang ( makro – mikro) dengan jenis pupuk, dosis dan waktu yang tepat
  • Taburkan Natural Glio sebelum atau pada saat tanam sanitasi kebun
  • Pemangkasan tanaman penutup yang terlalu lebat
  • Bagian yang terserang segera dimusnahkan
  • Penyadapan tidak terlalu dalam dan tidak terlalu dekat tanah
  • Pisau sadap steril
  • Khusus penyakit embun tepung, daun digugurkan lebih awal dan segera dipupuk nitrogen dengan dosis dua kali lipat dan semprot POC NASA 3-5 tutup/tangki.
    Catatan : Jika pengendalian hama penyakit dengan menggunakan pestisida alami belum mengatasi dapat dipergunakan pestisida kimia yang dianjurkan. Agar penyemprotan pestisida kimia lebih merata dan tidak mudah hilang oleh air hujan tambahkan Perekat Perata AERO 810, dosis + 5 ml (1/2 tutup)/tangki. Penyemprotan herbisida (untuk gulma) agar lebih efektif dan efisien dapat di campur Perekat Perata AERO 810, dosis + 5 ml (1/2 tutup)/tangki.

2.6. Panen Karet

  • Penyadapan pada umur + 5 tahun, dan dapat dilakukan selama 25-35 tahun.
  • Pemakaian POC NASA, HORMONIK dan SUPERNASA secara teratur akan mempercepat waktu penyadapan pertama kali dan memperlama usia produksi tanaman.

Corrin ( Agensi Hayati )

corrin2Corrin adalah agens hayati alami berbasis bakteri antagonis ( Corynebacterium ) yang sangat efektif untuk mengendalikan penyakit – penyakit utama pada tanaman padai dan sayuran.

Corrin dapat mengendalikan penyakit hawar daun bakteri ( HBD ) atau penyakit kresek padi ( disebabkan bakteri patogen Xanthomonas Orzyzae ), hawar daun jingga ( Bakteri Red Stripe / BRS ), Blast ( Pyricularia Oryzae ) dan bercak daun ( Cercosspora ).

Corrin dapat juga untuk penyakit – penyakit layu pada sayuran ( Fusarium ), akar gada pada kubis ( Plasmodiophora Brassicae ), dan layu pada pisang ( Fusarium )corrin

Cara Penggunaan :

  1. Benih : 2-4 gr / lt dengan cara direndam sebelum semai
  2. Padi : 2-4 gr / lt dengan cara disemprot pada umur 14, 28 dan 42 hari setelah tanam
  3. Sayuran : 3-5 gr/lt dengan disemprot 10 – 20 hari sekali.

 

Keterangan :

  • Perendaman benih selama kurang lebih 15 menit
  • Penyemprotan paling baik dilakukan sore hari
  • Dilarang untuk mencampur corrin degan pestisida kimia
  • Sprayer dibersihkan dari sisa – sia pestisida kimia.

Tanya Jawab Seputar Pupuk Organik Nasa

 

  • Dosis , cara dan waktu aplikasi prod NASA untuk sawit yang sudah berbuah?

Dosis ideal 3,5-5 kg POWER NUTRITION per 4-6 bulan sekali , diawal musim hujan dan diakhir musim hujan, dengan cara dikocor, atau ditabur ke piringan (bersama atau tidak dengan NPK).

  • Bisakah memupuk sawit dengan POWER tanpa menggunakan air?

Prinsip memupuk agar bisa diserap oleh tanaman adalah ketersediaan air ditanah (kadar air dalam tanah). Jika tanah cukup lembab , efisiensi pemupukan Makro ataupun dengan POWER akan cukup tinggi, sebaliknya jika kadar air tanah sangat rendah (karena kemarau panjang) sebaiknya pemupukan dengan system pengocoran atau menunda pemupukan dahulu. [Read more…]

Budidaya Kopi Nasa

kopi pupuk-nasa Tanaman Kopi merupakan tanaman yang sangat familiar di lahan pekarangan penduduk pedesaan di Indonesia. Jika potensi dahsyat ini bisa kita manfaatkan tidaklah sulit untuk menjadikan komoditi ini menjadi andalan di sektor perkebunan. Hanya butuh sedikit sentuhan teknis budidaya yang
tepat, niscaya harapan kita optimis menjadi kenyataan.

PT. Natural Nusantara [Read more…]

Budidaya Pohon Jati

jati nasa

Sebenarnya Dalam Budidaya kayu Jati dengan menggunakan Produk Nasa hampir sama dalam Budidaya  Sengon

Berikut ini teknik Budidaya Jati dengan Teknologi Organik Nasa :

Pembibitan

  • Benih direndam air panas secukupnya. Setelah air hangat, segera dibuang (ulangi sekali lagi).
  • Setelah perendaman ke-2, rendam dengan air panas lagi tetapi diamkan hingga airnya dingin.
  • Tarnbahkan POC NASA sebanyak 1 cc/liter+ Hormonik 1 cc/liter. Setelah itu diamkan selama 4 jam.

 

Setelah perlakuan diatas kernudian diperam selama 4 hari. [Read more…]

Budidaya Cengkeh Nasa

Cengkeh nasa cengkeh nasa1

 

 

 

 

Cengkeh merupakan salah satu komoditas pertanian yang tinggi nilai ekonominya. Baik sebagai rempah-rempah, bahan campuran rokok kretek atau bahan dalam pembuatan minyak atsiri, namun bila faktor penanaman dan pemeliharaan lainnya tidak diperhatikan maka produksi dan kualitasnya akan menjadi rendah.
PT. NATURAL NUSANTARA berusaha berperan dalam peningkatan produksi secara K-3 yaitu Kuantitas, Kualitas dan tetap menjaga Kelestarian lingkungan. [Read more…]

Kembang Kol Pak Min

brokoli pak minPak Min, begitu orang memanggil nama beliau karena sudah dikenal sebagai perintis pertama menanam jeruk di Kota Besi.

Masa Jayanya beliau ekspor jeruk kota besi ke pulau jawa, namun saat ini hanya untuk memenuhi kebutuhan kota sampit masih kurang aku beberapa petani dan pedagang yang berjejer disepanjang jalan raya di Kota Besi.  Dari luasan 70 ha ternyata masih kurang produksinya, dan harga saat ini dilokasi Rp. 4.500/kg, sehingga peluang budidaya jeruk dikotaku masih cukup besar.

Pak Min saat ini mengembangkan tanaman kembang kol (brokoli putih) dibawah tanaman jeruknya yang sudah dia potong kembang kol pak Min karena sudah tidak produktif, wah…saya sempat [Read more…]

GREENSTAR

GREENSTAR merupakan terobosan teknologi modern dari PT Natural Nusantara yang menghasilkan pupuk organik berbentuk serbuk.GREENSTAR Pupuk organik dari Nasa ini murni terbuat dari bahan – bahan alami berkualitas dan mengandung Unsur Hara Makro dan Mikro yang lengkap. Selain itu, Pupuk Organik Serbuk ini diperkaya juga dengan hormon Giberelin, Sitokinin & Auksin (zat pengatur tumbuh), enzim dan asam-asam organik..gress.pupuknasaonline.new1

Kelebihan Pupuk Organik GREENSTAR

  • berguna untuk semua jenis tanaman pangan, buah dan palawija.
  • dapat di aplikasikan pada tanaman semusim, tahunan, tanaman hias & juga pembibitan.
  • dapat meningkatkan produktivitas secara kuantitas & kualitas dengan tetap manjaga kelestarian lingkungan/tanah (Aspek K-3)
  • dikemas unik, aplikasi lebih praktis & super ekonomis & didalamnya berisi 3 sachet dengan hasil panen melimpah.
  • Serbuk GREENSTAR sudah terdiri dari POC Nasa dan Hormonik sehingga lebih mudah dan praktis.
  • Dengan menggunakan GREENSTAR, Pupuk Makro (NPK) bisa diKurangi 25%.

Jika dikirim untuk teman atau untuk konsumen tidak terkendala di formulasi bentuk serbuk sehingga mudah dan praktis, terutama bila kita mengirim teman saudara dan konsumen yang terkendala larangan pengiriman dalam bentuk cair.

KELEBIHAN DAN KEKURANGAN UNSUR HARA MAKRO DAN MIKRO

Masih seputar Unsur Hara , Kita mungkin membutuhkan semuanya untuk tanaman kita,,,seperti yang kita tahu ketika Unsur Makro dan Mikro Kurang pasti tanaman kita Tumbuh Kurang baik,,

begitupun jika Kelebihan Unsur ,kok bisa???

jadi intinya dalam Hal PEMUPUKAN Pupuk Makro dan Pupuk Mikro HARUS SEIMBANG

 

ini dia keterangan yang Team Naturalnusantara Cirebon dapatkan tentang masalah Kelebihan Dan Kekurangan Unsur Hara Pada Tanaman,Jika ada penambahan silahkan Share di Bawah.
[Read more…]

GEJALA GEJALA KEKURANGAN UNSUR HARA

selamat Datang kembali para pengunjung, konsumen dan Distributor Nasa di mana pun anda berada,masih seputar Unsur Hara Tanah , tapi kali ini Sutisman akan membahas Gejala-gejala tanaman jika Kekurangan Unsur Hara Makro dan Mikro . Langsung sajaKe TeKaPe hehehe 

 

GEJALA GEJALA KEKURANGAN UNSUR HARA


Kekurangan salah satu atau beberapa unsur hara akan mengakibatkan pertumbuhan tanaman tidak sebagaimana mestinya yaitu ada kelainan atau penyimpangan-penyimpangan dan banyak pula tanaman yang mati muda yang sebelumnya tampak layu dan mengering. Keadaan yang demikian akan merugikan petani dan tentu saja sangat tidak diharapkan oleh petani [Read more…]

Super Nasa Granule

supernasa_granuleTeknologi PT. NATURAL NUSANTARA membuat suatu inovasi-inovasi baru dalam bidang pupuk organic mikro ke arah penyempurnaan berbagai bentuk pupuk organik, dengan mengasilkan berbagi jenis pupuk organik, salah satunya berbentuk granule (butiran) mulai kualitas standar hingga tinggi (premium). Pupuk organik Granule NASA mempunyai banyak pilihan dosis penggunaan, tersedia dosis 50 Kg / Ha, 300-500 Kg/Ha atau sesuai permintaan.

sudah banyak pembuktian dilapangan dengan penggunaan pupuk Organik Granule NASA ini, dan rata-rata mereka sangat puas menggunakannya. di tanaman bawang merah hasilnya sangat baik.

[Read more…]